LOVESICK (Ep.05)

lovesick

LOVESICK

starring: Lee Taemin | Son Naeun | Kim Seokjin | Lee Byunghun | Chou Tzuyu

genre: slice of life | teenager | romance | sad | au

lenght: chaptered

storyline: Gea Arifin

#5ㅡThat Guy

Kim Seokjin mengamati siswa dan siswi dari berbagai kelompok yang tengah mengantri di depan pintu hall ECUA yang masih tertutup. Ia berdiri tak jauh dari barisan siswa, hanya mengamati. Di dalam genggamannya terdapat ID Card siswa berwarna emas.

THE OLYMPUS VIP ACCESS

Seokjin Lee

19931204

Ares

Shift. Ares

Ia menggenggamnya dengan sangat erat.

**

“Jin-ah!”Ia berbalik, melihat siapa yang memanggilnya. Seorang gadis yang sangat dikenalnya berjalan menghampirinya. “Kau datang?!” Seru gadis itu. “Kau ikut interview juga, eoh?”

Seokjin mengulas senyum saat ia melihat tanda pengenal panitian yang menggantung di depan dada gadis itu. Seokjin kemudian menggeleng. Ia menunjukkan kartu dalam genggamannya itu pada gadis di depannya, Son Naeun. “Apa aku harus mengikuti interview juga?”

Kedua iris Naeun membelalak. “Eommo! Chukkae, Lee Seokjin! Taemin tidak mengatakan apapun pada kami jika kau sudah resmi bergabung di The Olympus!” Ujarnya. “Seharusnya aku tahu dari awal, dan kau sendiri jahat sekali tidak memberitahuku!”

Seokjin hanya mengangkat bahunya. “Jadi, bagaimana dengan peserta interview disana?”

“Tahun ini banyak sekali yang mendaftar. Tapi sudah ketentuan dari sekolah jika hanya akan ada seratus siswa yang akan menjadi anggota The Olympus.”

Ahh geure… Kau pasti akan kelelahan.” Seokjin menepuk-nepuk pundak Naeun, memberikan semangat untuk gadis itu. “Pulang sekolah nanti, mau menemaniku keluar? Sepertinya aku membutuhkan sesuatu.”

Naeun terlihat berpikir. “Aku tidak bisa janji kali ini, Jin-ah. Tapi jika urusan The Olympus sudah selesai siang nanti, aku akan mengabarimu.”

Call!

**

Son Naeun tidak cukup konsentrasi saat ini. Gadis itu bertugas sebagai salah satu panitia yang memberikan pertanyaan pada peserta interview. Duduk di sebelah Taemin adalah masalahnya. Pemuda itu terus berkutat dengan lembar penilaian, dan yang membuat Naeun tak bisa berkonsentrasi adalah tangan kiri Taemin yang selalu –tanpa sengaja menyenggol tangannya dan beberapa kali pemuda itu mengatakan ‘sorry‘ tanpa melihat ke arahnya.

Apa mungkin sengaja? Pikirnya. Tapi Taemin bukan tipe pemuda seperti itu, yang sengaja menggodanya. Ia mendesah berat. “Berikan pena milikmu.” Naeun mengerjap, ia melamun dan Taemin menariknya ke alam sadar.

“Apa yang kau pikirkan, Son Naeun? Kau harus berkonsentrasi, ini bukan waktunya untuk melamun!” Desis Taemin, pemuda itu memasang wajah kesalnya pada Naeun.

“Mian. Aku -..”

“Jika kau tidak bisa berkonsentrasi, aku bisa menunjukkan padamu dimana pintu keluar, Nona Son Naeun!”

“Maaf.”

“Apa kau hanya bisa meminta maaf?”

“Aku sudah meminta maaf, Taemin. Kau ingin aku bagaimana?”

Taemin memalingkan wajahnya.

Naeun hanya mengatupkan bibir tanpa berkata apapun lagi. Sampai kapanpun seorang Lee Taemin akan bersikap seperti itu dan Naeun hanya menunggu waktu untuk bisa mendekati Taemin.

**

Joe hanya mengetuk-ngetukkan pena miliknya di atas selembar kertas kosong di depannya. Pemuda itu mendengus, bukan karena ia tidak bisa mengerjakan tugas essay nya. Ia hanya sedang memikirkan sesuatu dalam kepalanya itu. Julie menelponnya tadi siang dan memintanya untuk bertemu di luar ECUA.

Beberapa menit telah ia habiskan untuk berpikir, sampai akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Ia menyambar jaket denim yang tersampir di atas sofa dan meninggalkan sticky notes untuk Taemin di pintu lemari es.

Aku pergi keluar, mungkin sampai malam atau bahkan tidak pulang.

–Joe.’

*

Joe berjalan di sepanjang Shinebridge. Pikirannya mengingat suara Julie saat di telpon. Gadis itu terisak, suatu hal yg di benci oleh Joe. Pemuda itu terus melangkah lebar-lebar untuk mempercepat langkahnya. Ia hanya ingin segera sampai dan memeluk Julie.

**

Aktifitas pergi dan pulang sekolah adalah hal biasa yang dapat dilihat jembatan Shinebridge. Membosankan memang, karena hanya pemangandangan itu-itu saja yang dapat dilihat. Seperti yang dirasakan Chou Tzuyu, ia sedang berjalan menuju asrama. Setelah seharian ia mengikuti seleksi anggota The Olympus, badannya terasa sangat lelah. Ia butuh kamar dan kasurnya.

Langkah gadis itu melamban saat mendapati sesuatu yang menarik perhatiannya. Seorang pemuda bertopi hitam. Pemuda itu menggunakan jaket kaos putih yang dibalut dengan jaket denim yang tak dikancingkan. Jaketnya terlihat sangat pas di tubuhnya yang tidak terlalu tegap. Ia baru saja keluar dari pintu asrama Zeus. Jelas jika ia adalah salah satu siswa ECUA.
Kedua tungkai Tzuyu sempat ingin berhenti berjalan.

Ohh, bukan kah dia…

Ia berpapasan dengan pemuda itu di tengah-tengah Shinebridge. Pemuda itu hendak melangkah dengan terburu-buru, sementara Tzuyu mendadak berhenti. Pemuda itu sempat meliriknya, selewat. Tzuyu yakin jika ada jeda diantara pandangan mereka, namun pemuda itu terus melangkah. Seolah tak pernah bertemu dengan Tzuyu sebelumnya. Tzuyu menoleh, memastikan jika pemuda itu benar-benar telah pergi.

**

Seokjin terus memandangi layar ponselnya. Menunggu kabar dari Naeun. Mungkin masih sibuk, pikirnya. Seokjin tidak mau menuduh Naeun telah lupa pada janjinya, gadis itu memang sangat sibuk hari ini.

Seokjin pun tidak sungguh-sungguh meminta Naeun untuk menemaninya sore ini. Seokjin hanya ingin menghabiskan senja di sungai Han sambil makan es krim. Pemuda itu menunggu Naeun di ruangan kelasnya yang telah sepi. Sambil menunggu, kadang Seokjin membuka butu matematika dan mengisinya, sangat berguna diwaktu seperti ini.

Ohh, Lee Seokjin!” Seru seorang gadis yang baru masuk ke dalam kelas. Mina, teman satu kelas Seokjin. “Sedang apa, sampai kau belum pulang?”

Seokjin melihat Mina melepaskan id card The Olympus dari lehernya.

“Mina-ssi. Apa kau tadi ikut mengurus acara Interview?”  Pertanyaan Seokjin dijawab oleh anggukan dari Mina. “Hm, apa Naeun sudah pulang?” tanyanya lagi.

“Naeun? Dia sudah pulang dari satu jam lalu, dengan Taemin. Wae?

Kening Seokjin mengerut. Apa Naeun lupa pada janjinya? Seokjin segera mengemas barangnya ke dalam tas dan berpamitan pada Mina.

**

Di lain tempat, Naeun sedang berjalan di belakang Taemin. Pemuda itu memintanya untuk mengikutinya dan berakhir di lapangan basket indoor milik ECUA. Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan, tak mengerti kenapa Taemin membawanya kemari.

“Taem-..”

“Dengar..” seru Taemin memotong ucapannya. “.. aku tidak ingin orang lain mengetahui tentang perjodohan kita, dan itu juga berlaku untuk temanmu.”

Naeun menunduk, menatap sepasang sepatunya. Kedua tangannya meremas bagian bawah roknya, perasaannya campur aduk. “Maksud –mu?”

“Aku rasa kau cukup pintar untuk mencerna perkataanku barusan, Son Naeun.” Taemin menatap gadis itu, mungkin ia merasa tak enak. Karena kalimat sarkastik itu begitu saja keluar dari mulutnya. “Aku pun akan melakukan hal yang sama, kecuali Joe. Karena dia berada di rumahku saat itu.” Ucapnya lagi, kali ini Taemin memalingkan wajahnya agar tidak melihat gadis di depannya itu.

“Kenapa?” Naeun mengangkat wajahnya, meskipun suaranya terdengar bergetar.

“Karena aku membenci itu, arra?

“Kau membenci perjodohan kita –atau kau membenciku, Taemin?”

“Kau sudah tahu jawabannya, bukan?”

Naeun tahu, Taemin akan tetap membencinya. Namun ia perlu sesuatu yang lebih jelas dari pemuda itu. “Taemin, sampai kapan kau tidak akan memaafkanku? Aku tersiksa dengan sikapmu yang seperti ini!”

Ia hanya ingin mengungkapkan perasaannya. Bahkan ketika Taemin memandangnya dengan nanar. Naeun ingin menangis. Namun, ia tidak ingin pemuda itu melihat air matanya. Son Naeun tidak secengeng itu.

Dari pada menjawabnya. Taemin lebih memilih untuk pergi, meninggalkan Naeun yang sibuk dengan pemikirannya sendiri.

**

Chou Tzuyu berbaring di atas tempat tidurnya. Matanya menerawang ke langit-langit seraya memikirkan sesuatu. Matanya terpejam sebentar dan bayangan laki-laki itu tiba-tiba saja muncul.

Rambut hitam, mata sipit dan tajam, hidung bangir, bibir tipis, kulit putih mulus, rahang tegas..

“Astaga, apa yang barusan aku pikirkan?” desisnya. Tzuyu kembali menutup matanya diiringi dengan helaan nafas yang cukup dalam. Ia merasakan sesuatu yang menggelitik dalam perutnya dan berdampak pada kedua sudut bibirnya yang tanpa sadar telah melengkung.

Kejadian saat mereka berpapasan tadi pun muncul dalam ingatan Tzuyu. Pemuda itu mengenakan pakaian bebas, bukan seragam yang menjadi keharusan semua siswa jika berada di lingkungan ECUA. Hari ini masih termasuk weekday bukan? Bahkan jika ingin meninggalkan lingkungan ECUA di luar weekend, siswa diwajibkan untuk menggunakan seragam mereka. Mau kemana pemuda itu sampai ia tak mengenakan seragamnya?

Tzuyu merasa dirinya terlalu usil jika harus tahu kemana pemuda itu pergi. Namun dalam pikirannya sekarang, dia benar-benar merasa penasaran. Apalagi ketika pemuda itu melewatinya. Seolah tak pernah bertemu dengannya, pemuda itu malah melengos begitu saja. Raut wajahnya pun terlihat tidak seramah saat mereka bertemu untuk pertama kali di kedai kopi atau pada saat mereka saling bertubrukan di lorong sekolah.

Gadis itu membuka matanya, “Joe..” gumamnya, “..yah, namanya Joe.”

*

*

To be continue

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Fanfiction, SHINee, UPDATE

(ɔˇ³ˇ)ɔ Your Comment Like Oxygen♡

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s