Birthday (Jonghyun Version)

birthday_jonghyun

[Jonghyun’s 28th Birthday]

**

“.. karena menurutku pribadi aku tidak bisa mengatakan selamat tinggal tanpa melihat kebelakang. Siapapun mungkin akan merasakannya..”  Ia menarik nafas dalam ketika melirik jam pada dinding, waktunya akan habis. Kedua matanya menatap lurus pada kaca besar yang ada di depannya. Disana, ia melihat seseorang yang menjadi PD dari acara radio tengah malam itu tengah meremas selembar tisu dalam genggamannya.

Ia melempar senyum pada PD dan semua kru radio tersebut dari balik kaca, tersenyum adalah satu-satunya hal yang bisa ia lakukan sekarang karena ia harus fokus pada siarannya.

“Aku benci ketika seseorang yang mengatakan sesuatu tapi tidak bisa menjaga apa yang dikatakannya. Aku sangat benci itu. Untuk masalah Blue Night, aku pasti akan kembali bagaimana pun juga jika semua orang tetap mempercayaiku. Kita akan bertemu kembali..”

“This is Jonghyun, kamsahamnida~”

**

Malam semakin larut. Semua kru dari Blue Night telah pulang ke rumah masing-masing setelah mengadakan acara pesta ulang tahun untuk DJ dari radio yang sukses mengudara selama tiga tahun tersebut. Sayang, sang DJ harus meninggalkan siaran radionya karena jadwalnya sebagai salah satu member dari sebuah boygroup terkenal mengharuskannya untuk fokus pada jadwal grupnya.

Di lantai apartemen pribadinya sekarang, ia terduduk di depan sebuah meja yang berada di ruang tengah. Menatap kosong pada tumpukan kado yang diberikan oleh teman-temannya. Dari sekian kado yang diterimanya, kedua matanya mencari kado dari seseorang yang sangat dirindukannya.

Nihil. Ia mendesah dengan berat hati. Kepalanya ia senderkan pada sofa yang berada di belakangnya dengan menengadah, menatap satu-satunya nyala lampu di ruangan yang temaram.

Drrt

Drrt

Pria itu menatap ponselnya yang bergetar di atas meja. Dengan malas ia meraih benda berbentuk kotak tersebut. Hela nafas berat kembali keluar dari mulutnya tatkala melihat nama siapa yang terpampang di layar ponselnya saat ini. Butuh beberapa detik untuknya menerima panggilan tersebut.

Yeoboseyo.

Ia masih terpaku ketika seseorang menyapanya dari sebrang telpon.

“Jong-ah.”

“Ya?”

Ada jeda lumayan panjang sampai akhirnya ia kembali mendengar suara dari sebrang sana.

“Mian, sepertinya aku tidak akan pulang tahun ini. Jong-ah. Mungkin tahun depan, bagaimana jika-…”

“Kenapa harus minta maaf? Aku tahu jika sekolahmu lebih penting, Ahra-ya.” Terdengar isak tangis seorang Cho Ahra di sebrang telpon. Sesuatu yang sangat dibenci olehnya, bahkan ia tak bisa mengungkapkan kekesalannya saat ini ketika wanita itu menangis.

“Jong-ah.

Ahra-ya. Bagaimana jika kita, .. putus saja?”  Kejam memang, ketika seorang pria meminta putus pada seorang wanita ketika wanita itu tengah menangis. Tapi menurutnya, hal ini adalah hal yang terbaik untuk mereka.

“Kenapa begitu tiba-tiba, Jong? Apa aku membuatmu marah, Kim Jonghyun?”

Jarum jam tengah malam itu seolah bergerak begitu lambat baginya. Apa yang harus dikatakannya sekarang pada wanita itu, pada wanitanya?

“Jadwalku dan SHINee semakin padat, aku tidak bisa membagi waktuku. Ahra-ya. Aku tidak ingin kau berpikir jika aku tidak memerhatikanmu lagi.” Berbohong adalah hal baik menurutnya saat ini, ia tidak ingin Cho Ahra mengetahui alasan sebenarnya. Biarkan ia terlihat buruk di mata wanitanya itu.

Kim Jonghyun. Selama tujuh tahun ini kita menjalani hubungan long distance, bukan? Dan kita tetap baik-baik saja. Baik aku dan kau, kita sama-sama pernah mengalami titik jenuh, tapi kita bisa melewatinya. Lalu sekarang, kau meminta putus dariku hanya karena kesibukanmu?” 

Ia tahu seberapa kecewanya wanita itu pada dirinya sekarang karena terdengar jelas dari nada bicaranya. “Mian, Ahra-ya.”

Kau tahu, Jonghyun-ah? Aku merasa buruk ketika aku tidak ada di sampingmu saat kau berulang tahun. Aku bahkan sedang berada di sebuah gift store dan membungkus kado untukmu.

“Ahra-ya. Maafkan aku, kau tidak perlu mengirim kado untukku. Aku hanya ingin kau bisa memaafkanku. Kau bisa menyumpahiku atau apapun, kau berhak menutup telpon ini lebih dulu.”

Jongah. Izinkan aku mengatakan sesuatu, terakhir kali.. mungkin.

Pria itu terdiam, membiarkan Ahra yang mungkin akan mengumpat dan menyumpahinya. Ia akan menerima apapun sumpah serapah dari wanita itu.

Helaan nafas Ahra begitu jelas terdengar di telinganya.

Kim Jonghyun. Terimakasih telah ada untukku selama tujuh tahun ini, terimakasih telah mengenalkanku pada apa yang aku inginkan. Karenamu, aku bisa menjalani kehidupanku seperti sekarang..” sungguh berat bagi pria itu untuk mendengar apa yang akan dikatakan Ahra selanjutnya, namun untuk terakhir kalinya ia ingin mendengarkan suara wanitanya itu.

“Aku harap aku bisa bertemu kembali denganmu suatu hari nanti, kembali memelukmu, kembali mencium aroma mint yang ada padamu. Selamat ulangtahun, Kim Jonghyun. Keinginanku adalah.. kau bisa hidup lebih baik lagi.”

“Saranghae, Kim Jonghyun.”

Tanpa ia sadari, bulir bening dari kedua pelupuk matanya itu terjun bebas. Ia memejamkan matanya dengan erat, berharap keputusannya adalah khayalan yang belum terwujud. Hatinya masih bergetar ketika mendengar suara wanitanya, darahnya berdesir dengan kuat.

“Maafkan aku, Cho Ahra.”

Tut.

Tut.

**

London

1 Week Later

“Miss Cho! You got a letter from your country. (Nona Cho! Anda mendapatkan surat dari negaramu.)”

Wanita itu menerima sebuah amplop dari seorang tukang pos yang sudah lama dikenalnya selama menatap di London. “Thank you, Sam.” ucapnya lalu kembali masuk ke dalam condo kecilnya. Udara di luar sana cukup dingin karena angin musim gugur yang sedang tak bersahabat.

Terlalu kuno memang menerima sebuah surat di zaman yang serba modern seperti sekarang, ketika semua orang bisa mengirim pesan hanya melalui ponsel pintar mereka. Maka seorang Cho Ahra begitu penasaran, siapa yang rela berepot-repot ria mengiriminya pesan seperti ini.

“Kim Jonghyun?” gumamnya ketika membaca nama pengirim pesan tersebut. Tangannya dengan tergesa merobek sudut amplop dan mengeluarkan secarik kertas dari dalamnya. Bola matanya bergerak liar membaca isi surat yang dikirim oleh pria yang telah menjadi mantannya kekasihnya itu. Tak sampai duapuluh menit, Ahra merasakan kedua matanya memanas dan kertas itu lolos begitu saja dari genggamannya. Lututnya pun seolah tak berfungsi untuk menopang tubuhnya hingga ia jatuh terduduk di atas lantai.

“Bodoh. Pria bodoh.”

**

Ahra-ya.

Tidak akan cukup seluruh daun pada semua pohon di bumi ini untuk mewakili permintaan maafku. Karena aku tahu, kau tidak akan pernah memaafkanku.

Setiap aku mencoba melupakanmu, semakin aku merasa tercekik oleh rasa rindu. Setiap harinya. Bahkan aku membenci kenapa kau begitu jauh untuk kupeluk. 

Berat bagiku untuk mengakhiri hubungan ini, Ahra-ya.

Kau tahu? 

Aku benci ketika seseorang yang mengatakan sesuatu tapi tidak bisa menjaga apa yang dikatakannya. Aku sangat benci itu. Setiap kau berjanji untuk pulang, disitu lah aku menyimpan harapanku. Tapi yang aku dapati hanya kekecewaanku padamu. 

Aku takut, Ahra-ya. 

Aku terlalu takut jika suatu hari nanti aku akan membencimu, karena setiap kau berjanji.. kau mengingkarinya.

Maafkan aku.

Kim Jonghyun

Iklan

11 Komentar

Filed under Fanfiction, SHINee, UPDATE

11 responses to “Birthday (Jonghyun Version)

  1. And you know what kak, aku jarang banget loh baca shinee member with oc. Takut baper hahaha. And that’s true kan, ku baper sama Kim Jonghyun u.u

  2. Tidak! Kakge ini menyedihkan, uluh kasian Kim Jonghyunkuu TT Longtime no see ya kakge, maafin aku bacanya ini aja. Ku ga kuat kalo kudu baca love sick, takut-takut mengumpat kan jd ga afdol wkwk. But I believe that your story always amazing. Fighting!!

    • geaarifin

      Hai nad, iya nih jarang chita chat ya kita 😂 seneng deh ada yg mampir ke cerita ku hoho, padahal iseng aja ngepost disini wks

(ɔˇ³ˇ)ɔ Your Comment Like Oxygen♡

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s