LOVESICK (Ep.07)

lovesick

LOVESICK

starring: Lee Taemin | Son Naeun | Kim Seokjin | Lee Byunghun | Chou Tzuyu

genre: slice of life | teenager | romance | sad | au

lenght: chaptered

storyline: Gea Arifin

#7ㅡThe Olympus

**

Pemuda itu baru saja bangun dari tidur panjangnya. Kepalanya terasa pening ketika sinar matahari menyapanya dari celah tirai yang terbuka. Setidaknya, pikirannya cukup tenang setelah kejadian semalam.

“Sebaiknya kita menunggu Joe bangun dulu, Julie-ya..”

“Baiklah, Halmeoni.

Sayup-sayup pemuda itu mendengar percakapan dua orang wanita dari luar kamarnya. Suara kedua orang itu sebenarnya tak asing baginya. Lantas pemuda itu mengucek kedua matanya sebelum beranjak dari kasur untuk menuju kamar mandi, ia harus segera membersihkan diri dan menemui kedua orang yang sedang membicarakannya di luar.

Eo, kau sudah bangun?”

Joe -pemuda itu sedang mematut diri di depan cermin ketika seorang gadis masuk kedalam kamarnya. Gadis itu mendudukan diri di tepian kasur, mengamati Joe.

“Jangan menatapku seperti itu karena kau bisa jatuh cinta padaku, Julie.” Joe terkekeh geli ketika mendapati kedua pipi gadis itu bersemu.

“Jangan bercanda, bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada saudara kembarku sendiri.”

Joe mengangkat bahunya, ia baru selesai menyemprotkan cologne pada lehernya.

“Joe, apa kau pikir ucapan Eomma semalam adalah benar?”

Joe melihat pantulan Julie yang tengah menunduk dari cermin. Pemuda itu tersenyum kecut. Namun ia segera menghilangkan wajah tak enaknya itu agar Julie tidak melihatnya. Ia berbalik, menghampiri gadis yang duduk di tepian kasur dan merengkuh pundak saudari kembarnya itu.

“Mereka hanya sedang emosi, Julie-ya.” Ujarnya. “Jja, kita sarapan..” Julie mengangguk dan Joe mengusili gadis itu dengan mencubit kedua pipi Julie.

“YAAA JOEE!!”

Julie memberengut ketika saudara kembarnya itu sudah berlari keluar kamar agar terhindar dari aksi balas dendamnya.

**

Joe duduk di depan Neneknya dan Julie. Ia tak memiliki selera untuk makan ketika melihat Julie hanya mengaduk-aduk makanannya. Mereka memang kembar, dan anak kembar biasanya merasakan apa yang dirasakan satu sama lain, bukan? Joe menggeleng, menghilangkan ingatan dalam kepalanya tentang kejadian semalam. Julie pasti memikirkan apa yang dipikirkannya sekarang.

“Joe, kapan kau akan kembali ke sekolah?”

Sebuah pertanyaan membuat Joe mengerjap beberapa kali dan langsung melirik Neneknya. “Aku belum tahu, Halmeoni. Aku tidak bisa meninggalkan Julie saat ini.” ucapnya, “….atau akan lebih bagus jika Julie ikut denganku.”

Pernyataan Joe menarik perhatian Julie, gadis itu memiringkan kepalanya. “Kau ingin kita tertangkap!” Serunya. Gadis itu menenggak minumnya sampai habis.

“Kita sudah tertangkap, Julie. Kau tidak ingat jika semalam Eomma datang kemari, eoh? Kau ingin menunggu sampai Abeoji menemukan kita juga?”

Julie mendesah dan menunduk. “Aku juga tidak bisa ikut denganmu, Joe. Jika kita berada di tempat yang sama, mereka akan menemukan kita dengan cepat.”

“Sudahlah, Julie. Kau hanya harus mengikuti perkataanku dan Halmeoni. Jika kau merasa sudah tidak aman, kau bisa ikut denganku.” ujar Joe sambil menatap nanar pada gadis di depannya. “Apartemen ini sebentar lagi tidak akan aman, Julie-ya. Ku berikan pilihan padamu, kau ikut denganku.. atau kau dan Halmeoni segera pergi ke Amerika.”

Wanita paruh baya yang menjadi Nenek dari kedua muda itu akhirnya angkat bicara. “Julie-ya, apa yang dikatakan Joe ada benarnya. Bagaimana jika kau pergi dengan Nenek ke Amerika, kita bisa menetap di rumah Nenek. Sudah lama aku berada disini, aku rindu dengan rumahku..”

“… dan kau bisa menempati kamar Joe disana. Bagaimana, eum?

Julie mendesah. Gadis itu menatap Joe dan Neneknya bergantian.

“Ini sudah keputusan final, Julie.” Seru Joe, “..aku akan mengurus tiket keberangkatan untuk kalian.”

**

Satu minggu berlalu setelah proses rekruitas untuk anggota The Olympus, organisasi siswa yang sangat berpengaruh di ECUA. Semua kegiatan The Olympus tahun ini sudah tersusun dan hari ini semua anggota diwajibkan hadir untuk mengikuti rapat umum.

Dibawah kepemimpinan seorang Lee Taemin, The Olympus selalu menjadi organisasi yang disegani oleh semua murid. Semua anggota organisasi tersebut akan mendapatkan perlakuan ‘spesial’ dari sekolah. Seperti makan gratis di kantin, tidak ada batas waktu peminjaman buku perpustakaan, dan akan mendapatkan uang saku selama satu bulan ketika salah satu anggota berhasil menjuarai suatu lomba. Oh, bahkan ketika mereka berada di luar lingkungan ECUA. Setiap anggota bisa menggunakan id card keanggotaan untuk membayar transportasi umum.

Dan disini lah semua anggota tengah berkumpul, di satu ruangan yang berada di lantai paling atas bangunan sekolah megah tersebut. Sebuah ruangan yang biasanya digunakan untuk rapat yayasan, The Olympus pun berhak menggunakan ruangan tersebut apabila ada rapat umum seperti sekarang. Karena biasanya jika hanya rapat per-shift (divisi), mereka akan menggunakan ruangan yang mereka sebut sebagai ‘kantor’, terletak dekat dengan perpustakaan.

“Selamat siang dan selamat datang semuanya.” ucap Taemin membuka acara rapat di hari sabtu ini. Yeah, karena jadwal sekolah begitu full dari pagi hingga sore selama lima hari dalam seminggu, The Olympus sudah menjadwalkan rapat umum pada hari sabtu siang, tidak rutin hanya jika mereka harus menggelar rapat umum. “..aku yakin kalian semua datang kemari dengan perasaan bangga, terutama bagi kalian yang baru bergabung dengan The Olympus.”

Plok

Plok

Plok

Taemin menarik nafas, membuang jauh-jauh kegugupannya untuk berdiri di depan semua siswa yang tengah bertepuk tangan menyambut pidatonya. Kedua mata Taemin menyebar ke setiap seratus kursi yang berada di depannya, kursi-kursi itu telah diduduki oleh semua anggota baru The Olympus.

Netranya menangkap satu kursi kosong disana, kursi yang harusnya diduduki oleh pemuda bernama Joe. Taemin tak pendapati pemuda itu duduk disana, sudah selama seminggu pula Joe tidak pulang ke asrama atau dijumpai di kelas.

Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bertanya dimana seorang Joe Lee berada, Taemin harus kembali fokus pada acara hari ini.

“Karena hari ini adalah hari penyambutan bagi kalian yang baru bergabung bersama kami, tentu saja sudah menjadi kewajibanku untuk mengenalkan kalian pada semua pengurus The Olympus.” serunya, pemuda itu melirik teman-temannya yang berada di samping podium dan memberikan isyarat untuk bersiap untuk naik ke atas podium. “..baiklah, perkenalkan aku disini sebagai leader The Olympus. Lee Taemin, dari kelompok Apollo -tingkat terakhir.”

Plok

Plok

Plok

Setelah Taemin mengenalkan dirinya, seorang pemuda naik ke atas podium dan berdiri di tengah-tengah kemudian membungkuk untuk mengenalkan diri.

Perkenalkan, aku adalah wakil dari leader The Olympus. Park Jimin imnida, dari kelompok Ares -tingkat akhir, bangapseumnida..” Satu persatu dari pengurus inti The Olympus pun memperkenalkan diri mereka mengikuti Jimin.

“Perkenalkan, namaku Son Naeun. Aku adalah sekretaris untuk leader dan wakil The Olympus. Kelompok Athena, tingkat akhir. Bangapseumnida.

“Namaku Kang Seulgi, aku adalah bendaraha The Olympus. Kelompok Artemis, tingkat akhir. Bangapseumnida~

**

Taemin baru saja keluar dari ruangan rapat, ketika melihat sosok Naeun dan Seokjin yang tengah berbincang, tak jauh dari ruangan rapat. Keduanya saling melempar senyum ketika salah satu dari mereka berbicara. Pemandangan yang cukup sering dilihat oleh Taemin beberapa hari ini. Taemin ingin meninggalkan tempat itu, namun ada sesuatu di dalam dirinya yang menahannya untuk pergi

‘Apa yang mereka bicarakan?’

“Kerja bagus, Taem.”

Seorang memanggilnya, Taemin memutar badan dan mendapati Park Jimin menghampirinya.” Aku sudah mengrimkan draft kerangka rencana untuk festival ECUA bulan depan. Sudah dicek?”

Kedua alis Taemin bertautan, pemuda Lee itu menimang sesuatu. “Sorry, sepertinya aku belum mengecek e-mailku. Akan aku baca malam nanti, Jim.” Jimin mengangguk setuju, lantas pemuda itu melangkah meninggalkan Taemin. Bagaimana dia menjadi seorang yang tidak profesional dalam seminggu ini?

Ia kembali pada fokus pertamanya untuk melihat Naeun dan Jin. Namun kedua orang itu sudah menghilang dari tempatnya. Taemin mendesis, kemudian berbalik pergi setelah menutup pintu ruang rapat.

‘Shit.’

*

*

To be continue.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Fanfiction, SHINee, UPDATE

(ɔˇ³ˇ)ɔ Your Comment Like Oxygen♡

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s