LOVESICK (Ep.10)

lovesick_2

LOVESICK

starring: Lee Taemin | Son Naeun | Kim Seokjin | Lee Byunghun | Chou Tzuyu

genre: slice of life | teenager | romance | sad | au

lenght: chaptered

storyline: Gea Arifin

poster: sifixo @POSTERCHANNEL

#8ㅡDon’t Touch My Girl (2)

**

….don’t leave, don’t make me suffer in pain,

my heart aches, I can’t endure this,

please tell me now that it was a lie….

**

Ohh, yang benar saja! Jam berapa sekarang?” Ia melirik ponselnya dengan kedua mata yang belum sepenuhnya terbuka. Jam pada ponsel pintarnya itu menunjukkan pukul dua dini hari. Ia menguap lebar, mengucek kedua matanya dan beranjak dari tempat tidurnya yang empuk.

drrt

drrt

Arraseo! Chankaman!!” Gerutunya. Ia meneguk segelas mineral untuk menyadarkan diri sepenuhnya. “Awas saja, kau Joe!”

Lee Taemin terus mendumel ketika roomatenya itu terus menelponnya dipagi buta seperti ini. Pemuda itu berjalan keluar kamar dengan menggunakan hoodie hitam dengan celana tidur berwarna senada. Beberapa kali kepalanya melirik kanan dan kiri. Takut-takut jika ada yang menangkap basah aksinya. Sebenarnya Taemin tidak peduli jika penjaga menemukannya yang sedang berkeliaran di luar kamar pada jam malam, ia hanya malas jika Jinki mengetahuinya. Kakaknya itu bisa memarahinya habis-habisan.

Ia berhenti di ruang rekreasi.

Sepi. Tidak ada siapapun. Pemuda itu meningkatkan mode hati-hatinya. Seseorang tidak boleh mengetahui rahasia terbesarnya.

Ia berjalan perlahan menuju rak buku paling besar yang ada disana, di sudut ruangan. Tangannya meraba-raba tembok di samping rak.

Klik

Taemin kembali melirik kanan dan kiri. Jangan sampai suara tombol yang ditekannya itu terdengar oleh siapapun.

Krek

Krek

Ajaib. Rak besar itu bergeser dengan sendirinya. Memunculkan sebuah jalan rahasia yang sepertinya menuju kedalam ruang bawah tanah. Rak buku besar itu kembali bergeser menutup ketika Taemin menuruni anak tangga yang langsung terlihat ketika rak besar itu terbuka tadi.

**

Taemin melipat kedua tangannya di depan dada, kemudian menggeleng tidak percaya pada apa yang dilihatnya sekarang.

“Joe..” lirihnya. “.. kau tidak sedang menculik gadis ini, kan?”

Joe mengendikkan bahu. Melirik sekilas pada gadis yang berhasil diselundupkannya ke asrama Zeus, dengan bantuan Taemin yang memiliki akses jalan rahasia menuju Shinebridge.

Hmm, begini. Aku bertemu dengan Tzuyu-ssi di kedai kopi. Karena kami pulang terlambat ke ECUA, jelas gerbang depan sudah terkunci..” ujar Joe. “..dan kau memiliki jalan rahasia, bukan? Makanya aku meminta bantuanmu, Taemin..” Joe mengusap tengkuknya.

“Aku tidak masalah membantumu, Joe. Tapi bagaimana kita…” Taemin ikut melirik Tzuyu, kemudian kembali melirik Joe. “Maksudku, bagaimana cara kita mengembalikannya ke asrama Hera tanpa ada yang tahu?!”

Taemin berjalan mondar-mandir di depan Joe dan Tzuyu. Joe sendiri nampak tenang-tenang saja. Ia malah memberikan minuman kaleng pada Tzuyu dan mencoba menghibur Tzuyu yang kelewat tegang.

“Aku ada ide.” Seru Taemin tiba-tiba. Pemuda itu bergegas membuka lemari pakaiannya, mencari sebuah hoodie; ohh, Lee Taemin adalah Hoodie junkie. Ia mengeluarkan salah satu koleksinya itu. “Joe, ukuran celana trainingmu lebih kecil dariku, kan?” Joe mengangguk mengiyakan. “Keluarkan satu, dan berikan pada gadis itu.”

“Kau bisa pergi dari sini setelah pukul enam. Jangan lupa kenakan maskermu.”

*

Tzuyu mematut dirinya di depan cermin, di kamar mandi milik kedua pemuda itu. Hoodie yang ia kenakan sekarang terlihat kebesaran ditubuhnya, untung saja celana Joe begitu pas dikenakannya. Sehingga tidak terlalu aneh jika dilihat orang lain. Ia pun sudah mengenakan masker milik pemuda itu.

Apa yang sudah ku lakukan?’  batinnya.

“Kau sudah selesai, Nona Tiramisu?”

Joe memanggilnya setelah mengetuk pintu kamar mandi. Gadis itu segera mencepol rambutnya kemudian menutup kepala dengan kupluk hoodie.

Ne~

Tzuyu keluar dari kamar mandi. Di depannya Joe sudah menunggu untuk mengantarnya keluar gerbang asrama putra.

“Gerbang asrama sudah dibuka, aku akan mengantarmu sampai lobi. Setelah itu kau harus berhati-hati agar tidak ketahuan penjaga. Arraseo?” Joe memberikan intruksi pada Tzuyu dan dalam sekali anggukan gadis itu sudah mengerti. “Kajja.

**

Pelajaran sejarah memang sangat membosankan bagi semua siswa, termasuk bagi Taemin dan Joe. Kedua pemuda itu sama-sama tidak memerhatikan sang guru yang sedang menjelaskan darimana kerajaan Yunani mempelajari musik dan semacamnya. Jika Taemin sedari tadi tidak bisa duduk dengan tenang, maka lain halnya dengan Joe. Pemuda itu sibuk menguap sepanjang pelajaran.

“Tuan Joe. Jika kau mulai bosan dengan palajaranku, kau bisa meninggalkan ruang kelas.”

‘HAHAHA’

Astaga. Joe tertangkap oleh Jung ssaem saat ia sedang menguap, dan semua siswa dalam ruang kelas itu begitu kompak menertawainya, kecuali Taemin. Pemuda itu menoleh pada teman satu bangkunya.

Ya, kau ini parah sekali.” Bisiknya. “Lain kali jangan begadang dengan seorang gadis. Aku jadi curiga apa yang kalian lakukan semalaman?”

Joe melebarkan matanya yang berkantung dan menatap tajam Taemin, ia tidak terima jika dituduh macam-macam. “Kami hanya berjalan-jalan, dia mengajakku ke night market.” Pemuda itu membela diri dari tatapan curiga Taemin.

“Jangan berpikir macam-macam, Taemin.”

“Aku tidak berpikir macam-macam. Kau saja yang menganggapnya seperti itu.” Taemin memalingkan wajah dengan mengukir senyum miringnya.

“Kami hanya berjalan-jalan.”

Yaya, aku tahu.”

“Kalian pikir aku tidak bisa mendengar percakapan kalian, Tuan Lee Taemin dan Joe Lee?”

‘Matilah aku.’ Batin kedua pemuda itu.

“Keluar dari kelasku, sekarang juga tuan-tuan!”

**

Ruang recording menjadi tempat kedua pemuda itu menghabiskan waktu setelah diusir dari kelas Jung ssaem. Joe tengah asik bermain drum sementara Taemin sibuk memainkan game dalam ponselnya. Sesekali kepalanya mengangguk-angguk, mengikuti irama drum yang dimainkan Joe.

“Permainanmu bagus. Mau bergabung dengan band The Olympus?”

Ketukan Joe pada bagian Crash Cymbal melamban dan mengakhiri permainanya. Pemuda itu tersenyum miring. Ia melirik Taemin. “Tidak. Terimakasih.”

Alis Taemin terangkat. “Kau tahu, tidak sembarangan siswa yang aku masukan di band The Olympus. Kau berbakat ㅡjadi kenapa tidak mau bergabung?” Tanyanya.

“Aku tidak bisa berada dalam satu grup untuk memainkan alat musik -lagipula..” pemuda itu menggantung kalimatnya dan beranjak dari sana setelah mengeluarkan keping disk dari alat perekam di ruangan tersebut.

“Lagipula?”

Joe mengendikkan bahu kemudian meninggalkan Taemin.

YA! Chankkaman!

**

Taemin kehilangan Joe. Ia tidak bisa mengikuti pemuda itu karena harus mengunci ruang recording dan mengembalikan kunci ruangan itu ke ruang guru piket.

Menyebalkan.

Taemin melangkahkan tungkainya dengan malas. Entah apa yang membuatnya berjalan menuju green place. Tempat itu mengingatkannya pada Naeun, ketika gadis itu sedang menangis di pelukan Seokjin. Ahh, rasanya tanpa sadar ia selalu mengingat Naeun ketika berada di halaman belakang sekolah.

‘Tidak, Taemin. Kau hanya merasa bersalah, sampai kau berhalusinasi seperti ini.’  gumamnya. Ia mengerjap beberpakali, bahkan untuk meyakinkan penglihatannya masih bagus ㅡia mengucek matanya. Namun apa yang ada di hadapannya sekarang, adalah nyata. Pemuda itu melihat Naeun, Son Naeun.

Semua siswa berlalu lalang, namun pemuda itu masih memijakkan kakinya disana. Taemin masih mengamati apa yang dilihatnya. Gadis itu sedang duduk di bangku taman bersama beberapa orang temannya. Mereka terlihat sedang bersenda gurau atau bahkan kumpulan gadis-gadis itu sedang bergosip.

Berbanding terbalik dengan teman-temannya.Tapi apa yang menjadi objek pandangnya sama sekali tak menunjukkan raut wajah bahagia.

‘Kau yang membuatnya seperti itu, Taemin.’ batinnya.

**

“Son Naeun.”

Naeun berbalik untuk melihat siapa yang memanggilnya. Ia tergelak saat mendapati seorang Lee Taemin tengah berdiri di belakangnya. Pantas saja jika Soojung, Wendy, Namjoo, Sowon, dan Jisoo tiba-tiba diam. Tanpa sepengetahuannya, keempat gadis itu telah menjauh.

“Bisa ㅡbicara sebentar?”

Naeun hanya mengangguk singkat tanpa berkata apapun.

Taemin hanya berdiri di tempatnya. Sementara Naeun memilih diam untuk menunggu apa yang akan dikatakan oleh pemuda itu.

“Aku tahu aku telah menyinggungmu ㅡdengan lagu itu.” Ucapnya, pemuda itu terdengar mendesah pelan. “Aku hanya tidak tahu harus memainkan lagu apa untuk tes di kelas Choi ssaem. Maaf..”

Naeun melirik pemuda itu. Ia meyakinkan dirinya untuk berbicara pada Taemin, tentang apa yang dirasakannya. “Aku tidak pernah tersinggung dengan lagu apapun yang kau mainkan, Taemin. ㅡJika saja situasi kita tidak seperti sekarang, aku tidak akan pernah tersinggung.” Ia menarik nafas dalam, menahan desakan yang seperti akan keluar dari dalam dirinya.

“Naeun.” Alih-alih menanggapi pengakuannya, Taemin kembali memanggilnya.

“Ya?”

“Pergilah denganku, akhir pekan ini.”

Kening Naeun mengerut, apa ia tidak salah dengar?

“Apa?”

“Pergi ㅡdengaku ㅡakhir minggu, ini.”

Naeun tidak salah dengar. Pemuda itu mengajaknya pergi akhir pekan.

“Aku tidak salah dengar, bukan?”

Taemin menggeleng. Pemuda itu menatapnya datar.

“Tapi kemana?”

“Aku tidak tahu, ㅡakan aku pikirkan.”

Naeun rasa ada yang tidak beres dengan pemuda di depannya itu. Bagaimana bisa ia mengajaknya pergi tapi tidak tahu kemana. Taemin tidak terbentur sesuatu, kan?

“Sudahlah. ㅡAku akan menjemputmu ke rumah pukul sepuluh pagi.”

Naeun mengangguk ragu.

“Sampaikan salamku untuk Bibi. Aku akan membawakan cake kesukaanya.”

“YA, Lee Taemin!”

Itu suara Joe, pemuda itu berlari menghampiri Taemin dan Naeun. Joe tersenyum untuk menyapa Naeun dan gadis itu membalasnya.

“Aku mencarimu, bodoh!” Serunya pada Taemin. “Aku meninggalkan stick drumku di ruangan recording.

Taemin berjengit. “Kenapa tidak kembali kesana sendiri saja, eoh?”

“Tidak ㅡtidak. Kau harus mengantarku.” pinta Joe dengan memelas, pemuda itu melirik Naeun. “Maafkan aku, Nona Son. Tapi bisakah aku meminjamnya sebentar?”

Naeun melirik Taemin dan Joe bergantian. “Silahkan.” ujarnya.

Dengan cepat Joe menarik Taemin.

“Sampai jumpa akhir pekan!” Seru Taemin sebelum menghilang dari pandangan Naeun.

*

*

 To be continue.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Fanfiction, SHINee, UPDATE

(ɔˇ³ˇ)ɔ Your Comment Like Oxygen♡

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s